Circular Economy: Sebuah Pengantar

Selama beberapa abad, umat manusia telah menyia-nyiakan sumber daya yang terbatas dengan mengolahnya menjadi produk-produk (plastik, bahan bangunan, makanan, dll.) dan untuk kemudian membuangnya setelah tidak bermanfaat lagi atau telah mencapai ‘akhir kehidupan’-nya. Dan situasi ini hampir tidak bisa dihindarkan di banyak masyarakat modern, dan dampak dari pembuangan limbah mendatangkan malapetaka pada sistem lingkungan dan sosial.

Image: https://www.thenationalnews.com

Dampak dari pengelolaan sumber daya kita yang tidak efisien sudah terlihat dalam peningkatan emisi CO2 dan naiknya suhu bumi yang diakibatkannya, polusi plastik yang mengganggu ekosistem perairan dan darat, rusaknya kesehatan manusia serta meningkatnya frekuensi dan skala dari bencana alam yang terjadi. Lingkungan akan terpengaruh secara luas dan beragam, mulai dari gletser yang mencair, berkurangnya kesuburan tanah, meningkatnya banjir, perpindahan manusia, dan parahnya bencana alam.

Kesadaran yang mulai meningkat akan perlunya mengurangi konsumsi sumber daya dan limbah telah membuka jalan bagi terciptanya konsep inovatif seperti Circular Economy yang mengenalkan cara baru dalam design, membuat, serta memanfaatkan produk-produk serta layanan yang dapat meregenerasi serta mengoptimalkan sistem alam.

Dalam pendekatan circular, ‘limbah’ tidak lagi digambarkan apa adanya, melainkan dilihat sebagai sumber daya berharga yang dapat digunakan kembali untuk menghasilkan berbagai bahan bermanfaat lainnya. Sistem ini didasarkan pada apa yang secara alami muncul di ekosistem yang ada di dunia, menggunakan kembali produk limbah dalam sistem ‘closed-loop’. Misalnya, daun-daun yang jatuh dari pohon digunakan sebagai bahan masukan untuk proses di tanah dan daur ulang unsur hara.

Produk yang saat ini dirancang dalam model ‘ambil-buat-pakai-buang’ konvensional, dapat dirancang untuk digunakan kembali, diperbaiki, diperbarui, diproduksi ulang, atau didaur ulang, sehingga dapat menyimpan sumber daya berharga dalam siklus produktif dan menghindari pembuangan sampah ke TPA selamanya. Banyak bisnis semakin mengamati manfaat finansial, sosial, lingkungan, dalam penerapan circular economy. Dan Ellen MacArthur Foundation memperkirakan bahwa di Eropa saja, penerapan prinsip circular economy dapat menghasilkan keuntungan ekonomi bersih sebesar € 1,8 triliun di tahun 2030.

13.11.2020

Erwin K. Awan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *