Bersih itu Bukan Tujuan, Tapi Syarat

Semenjak pertengahan tahun 2017 hingga awal tahun 2018, sering sekali tubuh merasa tidak enak badan. Sehingga mengharuskan sering minum obat supaya badan fit dan sehat kembali untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Saat melakukan Medical Check Up, mendapatkan nasihat dari dokter bahwa selain menjaga pola makan, juga harus menjaga olahraga, saat itu berat badanku sempat mencapai lebih dari 70 kg. Sejak tahun 2015, memang sudah tidak terlalu rutin bahkan cenderung tidak pernah berolahraga.  Ditambah lagi dengan kesibukan sehari-hari yang banyak menyita perhatian dan waktu bahkan menyebabkan stress.

Akhirnya setelah instropeksi diri, untuk menjaga tubuh tetap sehat kita harus mempunyai kebiasaan yang baik, maka mulai pertengahan tahun 2018 aku mulai rutin olahraga, yaitu lari, bukan hanya demi tujuan kesehatan  dan kebugaran tubuh, tapi lebih kepada karena sehat itu bukan tujuan, tapi merupakan syarat.

Begitu pula dengan 5S yang harus diterapkan di perusahaan, dimana 5S merupakan langkah awal menuju program jangka panjang kesehatan perusahaan kita.

5S adalah gerakan yang menjadi kebulatan tekad untuk mengadakan pemilahan di tempat kerja (seiri / sorting / ringkas), mengadakan penataan (seiton / setting in order / rapi), pembersihan (seiso / sweeping / resik), memelihara kondisi yang mantap (seiketsu / standardizing / rawat) dan memelihara kebiasaan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik (shitsuke / sustaining / rajin).

Sumber foto : https://industrialengineeringdepartment.blogspot.com

Jadi, 5S bukan hanya sekedar kebersihan yang digalakkan saat ada audit atau ada tamu yang datang, namun lebih ke Workplace Organization, yaitu organisasi area kerja yang terkait kepada pembentukan sikap dan moral serta kontrol terhadap proses produksi yang kondusif.

Banyak sekali program improvement yang menjadikan 5S sebagai pondasi TPM. Salah satunya adalah 5S menjadi pondasi dari 8 Pilar TPM (Eight Pillar of Total Productive Maintenance), yang sebagian besar difokuskan pada pada teknik proaktif dan preventif untuk meningkatkan kehandalan mesin dan peralatan produksi.

Jika kita berkaca pada perusahaan yang tidak sehat, maka kita akan temukan lini kerja yang dipenuhi dengan barang catat dan pekerjaan ulangan (rework). Pada lantai produksi akan banyak terdapat peralatan kotor yang seharusnya bersih, peralatan yang seharusnya ada di tempat masing-masing berserakan di sembarang tempat, serta ada sejumlah besar produk reject. Singkatnya tempat itu berantakan.

Tidak itu saja, 5S juga menjadi barometer manajemen, karena pabrik yang berjalan dengan lancar maka kemungkinan besar dikendalikan oleh sistem yang baik yang melibatkan setiap orang untuk berpartisipasi. Dimana salah satu tujuan manajemen adalah merancang prosedur yang mudah diikuti untuk memastikan segala sesuatu berjalan lancar, melibatkan setiap orang dalam membuat dan memelihara penyempurnaan mulai dari tingkat operasi hingga tingkat jaminan mutu. Sehingga 5S menjadi prinsip dasar manajemen.

Dalam hal ini 5S menjadi indikator pertama untuk mengetahui apakah pekerjaan berjalan dengan lancar atau tidak. Karena orang lain memang agak sulit melihat keadaan di lantai produksi, namun setiap saat 5S dapat memberikan gambaran akurat apa yang terjadi di tempat tersebut. Karena perusahaan yang tidak sehat menerapkan 5S dengan buruk.

Karena bersih itu bukan tujuan, tapi merupakan syarat.

Alhamdulillah di akhir tahun 2020, olahraga menjadi rutinitas setiap hari Selasa-Kamis-Minggu, kondisi tubuh juga hampir selalu dalam kondisi sehat dan bugar, berat badan juga terjaga di kisaran 60-65 kg.

Salam sehat dan salam improvement.

11.11.2020

Taufan Yanuar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *